KONSEP DASAR PROSES MORFOLOGIS
A.Pengertian
Proses Morfologis
Berdasarkan strukturnya, suatu kata
dapat digolongkan atas dua macam, yaitu kata yang bermorfem tunggal atau monoforfemis dan kata yang bernorfem
lebih dari satu atau poliformis.
Peristiwa penggabungan morfem satu dengan morfem yang lain menjadi kata itulah
yang disebut dengan proses morfologis.
B.
Ciri Suatu Kata Yang Mengalami Proses Morfologis
Morfem-morfem yang membentuk atau
menjadi unsur kata berbeda-beda
fungsinya. Ada yang berfungsi sebagai tempat penggabungan dan ada yang
berfungsi sebagai penggabung. Morfem yang sebagai tempat penggabungan biasanya
disebut bentuk dasar.
·
Dilihat dari wujudnya, bentuk dasar
dapat berupa pokok kata, bahkan berupa kelompok kata. misalnya, bentuk dasar
kata menemukan, berjuang, dan perhubungan adalah pokok kata temu, juang, dan hubung.
·
Ciri lain bahwa suatu kata dikatakan
mengalami proses morfologis ialah penggabungan atau perpaduan morfem-morfem itu
mengalami perubahan arti.
·
Contoh kata membantu. Kata itu hasil perpaduan bentuk dasar bantu dan afiks {meN-}. Bentuk dasar bantu diikuti dengan
penyesuaian bunyi, yaitu dari {meN-} menjadi {mem-}. Penyesuaian ini didasarkan
atas sifat bunyi awal bentuk dasarnya. Karena bunyi awal bentuk dasar bantu
adalah bilabial(bunyi bibir), bunyi akhir afiks {meN-} juga menyesuaikan diri
menjadi bunyi nasal bilabial sehingga menjadi mem-. Penggabungan morfem lainnya
yang mempunyai ciri sama misalnya {meN-}dengan buat,,bidik, bujuk,basmi, dll.
C.
Macam Proses Morfologis
Dalam bahasa indonesia, peristiwa
pembentukkan kata ada tiga macam yaitu :
D.
Pembentukkan Kata di Luar Proses Morfologis
Proses morfologis mencatat hal-hal
deskriptif dalam pembentukkan kata-kata (baru). Di luar itu, masih ada
pembentukkan kata-kata baru dengan proses lain, yaitu akronim,
abreviasi,abrevi-akronim, kontraksi,
kliping, dan afiksasi pungutan.



0 komentar:
Posting Komentar