Rabu, 18 Desember 2013

Konsep Dasar

Posted by Unknown on 21.04 with No comments


KONSEP DASAR PROSES MORFOLOGIS
A.Pengertian Proses Morfologis
            Berdasarkan strukturnya, suatu kata dapat digolongkan atas dua macam, yaitu kata yang bermorfem tunggal atau monoforfemis dan kata yang bernorfem lebih dari satu atau poliformis. Peristiwa penggabungan morfem satu dengan morfem yang lain menjadi kata itulah yang disebut dengan proses morfologis.
B. Ciri Suatu Kata Yang Mengalami Proses Morfologis
            Morfem-morfem yang membentuk atau menjadi unsur  kata berbeda-beda fungsinya. Ada yang berfungsi sebagai tempat penggabungan dan ada yang berfungsi sebagai penggabung. Morfem yang sebagai tempat penggabungan biasanya disebut bentuk dasar.
·         Dilihat dari wujudnya, bentuk dasar dapat berupa pokok kata, bahkan berupa kelompok kata. misalnya, bentuk dasar kata menemukan, berjuang, dan perhubungan adalah pokok kata temu, juang, dan hubung.
·         Ciri lain bahwa suatu kata dikatakan mengalami proses morfologis ialah penggabungan atau perpaduan morfem-morfem itu mengalami perubahan arti.
·         Contoh kata membantu. Kata itu hasil perpaduan bentuk dasar bantu dan afiks   {meN-}. Bentuk dasar bantu diikuti dengan penyesuaian bunyi, yaitu dari {meN-} menjadi {mem-}. Penyesuaian ini didasarkan atas sifat bunyi awal bentuk dasarnya. Karena bunyi awal bentuk dasar bantu adalah bilabial(bunyi bibir), bunyi akhir afiks {meN-} juga menyesuaikan diri menjadi bunyi nasal bilabial sehingga menjadi mem-. Penggabungan morfem lainnya yang mempunyai ciri sama misalnya {meN-}dengan buat,,bidik, bujuk,basmi, dll.
C. Macam Proses Morfologis
            Dalam bahasa indonesia, peristiwa pembentukkan kata ada tiga macam yaitu :
*      Pembentukkan kata dengan menambahkan morfem afiks pada bentuk dasar. Misalnya kata menulis terbentuk dari bentuk dasar tulis dan morfem imbuhan {meN-}.
*      Pembentukkan kata dengan mengulang bentuk dasar. Misalnya kata murid-murid terbentuk dari bentuk dasar murid, dengan morfem {ulang}
*      Pembentukkan kata dengan menggabungkan dua atau lebih bentuk dasar. Misalnya kata meja hijau yang terbentuk dari bentuk dasar meja dan hijau.
D. Pembentukkan Kata di Luar Proses Morfologis
            Proses morfologis mencatat hal-hal deskriptif dalam pembentukkan kata-kata (baru). Di luar itu, masih ada pembentukkan kata-kata baru dengan proses lain, yaitu akronim, abreviasi,abrevi-akronim,  kontraksi, kliping, dan afiksasi pungutan.
*      Akronim amat banyak dan sudah lama, apalagi akronimisasi merupakan gejala yang semakin frekuensi saja. Contoh dalam bahasa jawa paklik (bapak cilik),dalam bahasa indonesia contohnya pusdiklat (pusat pendidikan dan pelatihan),dll
*      Aberviasi adalah apa yang sehari-hari disebut “singkatan” (Sudaryanto,1983: 230). Yang diambil biasanya huruf terdepan, misalnya ABC (Anggota Bromo Corah),dll
*      Abreviakronim adalah gabungan antara akronim dengan abreviasi. Misalnya polri (Polisi Republik Indonesia),dll
*      Kontraksi atau pengerutan. Misalnya begitu(bagai itu), begini (bagai ini),dll
*      Kliping merupakan pengambilan suku khusus dalam kata yang selanjutnya dianggap sebagai kata baru. Misalnya influensa menjadi flu, profesional  menjadi  prof,dll
*      Proses dengan afiksasi pungutan tidak asing lagi. Kita lihat {anti-} (antikomunis, anti kekerasan), {non-} (nonformal, non –Amerika, non-pemerintah),dll

0 komentar:

Posting Komentar