Rabu, 18 Desember 2013

Distribusi Morfem

Posted by Unknown on 21.02 with No comments


DISTRIBUSI MORFEM BAHASA INDONESIA
A.Distribusi Morfem Imbuhan (AFIKS)
            Morfem imbuhan dalam bahasa indonesia tergolong morfem terikat. Oleh sebab itu, dalam penggunaannya, selalu bergandeng atau digandengkan dengan bentuk atau morfem lain. Karena bentuk-bentuk yang dilekati oleh morfem imbuhan ini merupakan bentuk dasar, kiranya lebih tepat apabila kedua bentuk itu disebut bentuk dasar bebas dan bentuk dasar terikat.
1.      Penggabungan Morfem Imbuhan dengan Bentuk Dasar Bebas.
Segala morfem imbuhan baik imbuhan awal(prefiks), imbuhan tengah (infiks), imbuhan akhir (sufiks), maupun imbuhan terbelah (konfiks atau simulfiks), dapat bergabung dengan bentuk dasar bebas.
2.      Penggabungan Morfem Imbuhan dengan Bentuk Terikat.
Segala morfem imbuhan, baik prefiks, infiks, sufiks, maupun konfiks pun dapat
            Bergabung dengan bentuk dasar terikat.
B. Distribusi Morfem Ulang
            Berbeda dengan distribusi morfem afiks, morfem ulang dalam bahasa indonesia selalu bergabung dengan bentuk dasar bebas, baik bentuk dasar bebas tunggal maupun bentuk dasar bebas kompleks. Secara terperinci, kedua bentuk dasar yang dapat bergabung dengan morfem ulang.
1.      Penggabungan Morfem Ulang dengan Bentuk Dasar Bebas Tunggal Morfem dasar
Contoh: bebas tunggal (gunung) + morfem ulang = gunung-gunung,dll
2.      Penggabungan Morfem Ulang dengan Bentuk Dasar Kompleks Morfem dasar
Contoh : bebas kompleks (kebaikan)+ morfem ulang = kebaikan-kebaikan, dll.
C. Distribusi Morfem Dalam Bentuk Majemuk
            Unsur-unsur yang membentuk bentuk majemuk dalam bahasa indonesia mempunyai distribusi yang bermacam-macam. Misalnya, bentuk majemuk rumah makan,terdiri atas morfem {rumah} dan {makan}. Disamping dapat bergandeng secara majemuk dengan morfem {makan}, morfem {rumah} dapat juga bergandeng secara majemuk dengan morfem {api}, {dansa},dan {sakit}. Sehingga menjadi bentuk majemuk rumah api, rumah dansa, rumah sakit.
            Ada lagi bentuk majemuk yang salah satu unsurnya terdiri atas morfem terikat ketat atau morfem unik( unique morpheme) . bentuk majemuk gelap gulita, misalnya terdiri atas morfem {gelap} dan {gulita}. Morfem gelap tidak selalu bergabung dengan morfem gulita, tetapi gulita selalu bergabung dengan morfem gelap. Sebab itulah, morfem {gulita} dikatakan sebagai morfem terikat ketat atau morfem unik.

0 komentar:

Posting Komentar